"Mak Ijaaaaahhh... Mak Ijaaaahhh..."
Penduduk Kampung Bengek heboh. Semua berlarian ke segenap penjuru sambil memanggil-manggil Mak Ijah.
Munaroh berkali-kali pingsan. Hampir saja ia tercebur ke kali. Untung
kakinya tersangkut kail. Untuk kesekian kalinya dia terselamatkan.
Hari ini seharusnya Mak Ijah berangkat ke Mekah. Warga kampung sudah berkumpul untuk mengantarnya ke Pondok Gede. Dua metromini sudah disiapkan. Grup marawis pun sudah disewa untuk mengiringi kepergian Mak Ijah.
"Emang tadi Mak Ijah ke mana, Yayang Munaroh?" kata Bang Ocid menginterogasi. Sebagai ketua pelaksana, dia merasa bertanggung jawab terhadap keselamatan mak Ijah.
"Pamitnya sih, mau ke pasar sebentar, Bang... huhuhu...," tangis Munaroh sambil menyusut ingus.
Akhirnya Bang Ocid, Koret, dan Jaki membentuk tim investigasi untuk mencari keberadaan wanita tua yang dari bayi sudah punya cita-cita naik haji itu.
Bang Ocid ke kantor polisi, Koret ke terminal dan jaki ke kantor pos.
Bang Ocid ke kantor polisi untuk mengecek jangan-jangan Mak Ijah tertangkap waktu operasi zebra. mengingat emaknya Munaroh itu gemar mengenakan kebaya garis-garis hitam putih. Mirip zebra.
Koret ke terminal. Siapa tahu Mak Ijah diculik sama calo tiket. Dipaksa naik bis ke Sidoarjo, melihat wisata lumpur lapindo.
Jaki ke kantor pos. Takut mantan mertuanya itu dipaketin, dikira parcel lebaran.
Setelah dua kali dua puluh empat jam, akhirnya Munaroh mendapat telpon dari bapaknya Wakwaw. Ternyata, Mak Ijah salah naik angkot. Dia nyasar ke Jonggol.
Hari ini seharusnya Mak Ijah berangkat ke Mekah. Warga kampung sudah berkumpul untuk mengantarnya ke Pondok Gede. Dua metromini sudah disiapkan. Grup marawis pun sudah disewa untuk mengiringi kepergian Mak Ijah.
"Emang tadi Mak Ijah ke mana, Yayang Munaroh?" kata Bang Ocid menginterogasi. Sebagai ketua pelaksana, dia merasa bertanggung jawab terhadap keselamatan mak Ijah.
"Pamitnya sih, mau ke pasar sebentar, Bang... huhuhu...," tangis Munaroh sambil menyusut ingus.
Akhirnya Bang Ocid, Koret, dan Jaki membentuk tim investigasi untuk mencari keberadaan wanita tua yang dari bayi sudah punya cita-cita naik haji itu.
Bang Ocid ke kantor polisi, Koret ke terminal dan jaki ke kantor pos.
Bang Ocid ke kantor polisi untuk mengecek jangan-jangan Mak Ijah tertangkap waktu operasi zebra. mengingat emaknya Munaroh itu gemar mengenakan kebaya garis-garis hitam putih. Mirip zebra.
Koret ke terminal. Siapa tahu Mak Ijah diculik sama calo tiket. Dipaksa naik bis ke Sidoarjo, melihat wisata lumpur lapindo.
Jaki ke kantor pos. Takut mantan mertuanya itu dipaketin, dikira parcel lebaran.
Setelah dua kali dua puluh empat jam, akhirnya Munaroh mendapat telpon dari bapaknya Wakwaw. Ternyata, Mak Ijah salah naik angkot. Dia nyasar ke Jonggol.